Karhutla Masih Membara, Pemerintah Terus Lakukan Upaya Optimal
BMKG memprediksi hujan alami mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober. Kepala BNPB Letjen Suharyanto optimistis kondisi akan membaik seiring datangnya musim
Vid30s, Kalimantan — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia masih menjadi prioritas utama pemerintah. Hingga Selasa (13/10/2026), luas lahan yang masih aktif terbakar tercatat 639 hektare di enam provinsi, dengan Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan menjadi fokus utama.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa lebih dari 60.177 personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, dan relawan telah dikerahkan untuk operasi darat. “Fokus utama kami saat ini adalah Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Keberhasilan operasi darat rata-rata di atas 80 persen dari lahan yang baru terbakar setiap hari,” ujar Teddy di Istana Negara.
Selain operasi darat, pemadaman udara melalui water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus digencarkan. Namun, visibilitas yang rendah akibat kabut asap masih menghambat sejumlah penerbangan helikopter di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya di Taman Nasional Tanjung Puting yang menyumbang 513 hektare dari total lahan terbakar.
Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan di dalam negeri. Singapura mencatat indeks polusi udara tertinggi sepanjang 2026, sementara Malaysia menawarkan bantuan teknis. Kementerian Kesehatan mencatat lonjakan kasus gangguan pernapasan di tujuh provinsi terdampak.
BMKG memprediksi hujan alami mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober. Kepala BNPB Letjen Suharyanto optimistis kondisi akan membaik seiring datangnya musim hujan. “Kami tetap bekerja keras, tapi hujan alami akan sangat membantu,” katanya.
Pemerintah menekankan bahwa penanganan karhutla tidak hanya soal memadamkan api, tetapi juga melindungi kesehatan masyarakat dan menjaga hubungan baik dengan negara tetangga.
(Red/Ard).