Jakarta Sukses
Terkini
Politik

Rocky Gerung Debat Panas dengan AMPB Pati: Tolak Hukuman Mati Koruptor karena Risiko Salah Hukum

Oleh Redaksi · 03 September 2026, 06:42 WIB
Bagikan:
Rocky Gerung Debat Panas dengan AMPB Pati: Tolak Hukuman Mati Koruptor karena Risiko Salah Hukum

Rocky secara tegas menolak sanksi tersebut, sementara pihak AMPB mendesak hukuman terberat demi efek jera.

Advertisement

Vid3os, Pati – Pengamat politik Rocky Gerung terlibat adu argumen sengit dengan perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dalam sebuah acara baru-baru ini terkait wacana hukuman mati bagi koruptor. 

 

Rocky secara tegas menolak sanksi tersebut, sementara pihak AMPB mendesak hukuman terberat demi efek jera.
 

Dalam diskusi yang terekam dan tersebar luas, Rocky Gerung menyatakan prinsip yang dipegangnya. 

 

“Prinsip kita di Indonesia ini tidak boleh ada hukuman mati,” ujarnya. Ia menekankan kekhawatiran atas kemungkinan kesalahan yudisial. “Bisa jadi kemungkinan salah hukum.”


Rocky menjelaskan risiko sistem peradilan yang tidak sempurna. Ia menggambarkan skenario di mana dari sekian banyak kasus, ada kemungkinan orang tidak bersalah justru dihukum. 

 

Menurutnya, kesalahan di pengadilan tidak pernah mencapai nol persen. Jika hukuman mati sudah dijatuhkan dan kemudian terbukti ada kekeliruan, tidak ada cara untuk memulihkan nyawa orang tersebut.


“Kamu anak orang bukan mati dan kamu tahu dia tidak bersalah tapi dia dimasukkan dalam sistem yang tidak adil. Bagaimana sistem ini bisa menghukum mati orang? Jawab itu kawan-kawan,” tegas Rocky sambil berulang kali menekankan irreversibilitas hukuman mati.
 

Di sisi lain, desakan dari AMPB mencerminkan tuntutan masyarakat agar pelaku rasuah dijatuhi sanksi paling berat. 

 

Mereka menilai efek jera yang nyata diperlukan di tengah maraknya kasus korupsi yang merugikan publik.
 

Debat berlangsung intens dengan Rocky menggunakan gestur tangan yang ekspresif untuk menekankan poin-poinnya di hadapan perwakilan AMPB. Video dokumentasi menunjukkan suasana yang panas namun tetap dalam koridor diskusi di dalam ruangan acara.
 

Wacana hukuman mati bagi koruptor kembali mencuat di tengah upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Rocky Gerung, yang dikenal vokal dalam isu-isu demokrasi dan keadilan, konsisten menolak hukuman mati dengan alasan prinsip hak asasi manusia dan risiko kesalahan sistem.
 

Publik pun terbelah. Ada yang mendukung sikap Rocky demi perlindungan dari salah hukum, sementara yang lain sejalan dengan AMPB yang menuntut hukuman maksimal bagi koruptor.
 

Bagaimana menurut Anda? Apakah hukuman mati masih relevan untuk kasus korupsi, atau justru berisiko tinggi karena kemungkinan salah vonis?

↑