Jakarta Sukses
Terkini
Lifestyle

Siskaeee EKSKLUSIF Bahas Pekerjaan: Bongkar Stigma, Double Standard

Oleh Redaksi Vid30s · 03 September 2026, 01:59 WIB
Bagikan:
Siskaeee EKSKLUSIF Bahas Pekerjaan: Bongkar Stigma, Double Standard

Siskaeee eklusif video

Advertisement

Vid30s, Jakarta – Selebgram Siskaeee membuka suara secara blak-blakan soal stigma pekerjaan yang menggunakan organ intim dalam podcast SAMPAH – Sampaikan Walau Pahit. Dalam percakapan yang viral itu, ia menantang host yang disapa “Romo” soal double standard masyarakat terhadap cara mencari uang.

 

Siskaeee memulai dengan pertanyaan tajam:

“Romo, kan ada orang yang menggunakan otaknya untuk mencari uang seperti insinyur, guru. Ada juga orang yang menggunakan tangan dan ototnya untuk mencari uang. Nah, ketika perempuan menggunakan organ intinya untuk mencari uang, kenapa malah mendapat cap yang kotor? Padahal kan sama-sama organ tubuh, Romo.”

 

Pertanyaan itu langsung menyentuh isu yang selama ini jarang dibahas secara terbuka: mengapa pekerjaan yang melibatkan organ reproduksi dianggap “kotor”, sementara pekerjaan lain yang juga menggunakan bagian tubuh diterima sebagai profesi biasa.

 

Jawaban Romo: Stigma sebagai Kontrol Sosial Termurah

Romo menjelaskan bahwa organ intim berbeda karena fungsinya sebagai alat reproduksi dan jalan berkembang biaknya spesies manusia. 

 

Memberikan stigma atau “cap kotor”, menurutnya, adalah bentuk kontrol sosial paling murah agar organ tersebut tidak digunakan sembarangan.

 

Ia menambahkan:

“Memberi stigma, memberi cap kotor adalah alat kontrol sosial yang paling murah agar organ itu tidak digunakan sembarangan, agar tidak bebas keluar masuk.”

 

Ketika Siskaeee mempertanyakan mengapa yang dicap kotor hanya perempuan (padahal laki-laki juga berperan sebagai pembeli), Romo memberi penjelasan soal perbedaan posisi:

Penjual (biasanya perempuan) menjalankan profesi yang menetap dan bisa bertransaksi berkali-kali dengan pembeli berbeda.

 

Pembeli bersifat sesaat, anonim, dan biasanya hanya melakukan transaksi sekali.

 

Masyarakat, kata Romo, lebih mudah menghakimi profesi yang menetap.

 

“Dunia Lebih Siap Menanggung Rusaknya Laki-laki”

Siskaeee tetap merasa pembagian stigma itu tidak adil. Bahkan dalam urusan moral, perempuan yang selalu disalahkan.

 

Romo menjawab dengan sudut pandang yang lebih dalam:

“Mungkin karena dunia itu lebih siap menanggung rusaknya laki-laki daripada menanggung rusaknya perempuan. Makanya stigma itu dilakukan sebagai cara untuk memagari perempuan sebagai benteng terakhirnya.”

 

Ia menekankan bahwa memberikan stigma buruk hanyalah salah satu cara. 

 

Di luar itu, ada pendekatan lain yang justru mengangkat kehormatan dan kemuliaan kedudukan perempuan.

 

Podcast yang diproduksi akun Instagram @mantrasampah ini kembali menegaskan tagline-nya: Sampaikan Walau Pahit.

 

Diskusi antara Siskaeee dan Romo menjadi salah satu episode yang paling banyak dibicarakan karena langsung menyentuh isu stigma, gender, moral, dan pekerjaan yang selama ini dianggap tabu.

 

Buku Mantra Sampah: 

↑