Jakarta Sukses
Terkini
Nasional

Putin Tawarkan Kapal Raksasa Mutakhir 102 Meter ke Indonesia, Prabowo Langsung Kirim Tim!

Oleh Redaksi · 04 September 2026, 03:52 WIB
Bagikan:
Putin Tawarkan Kapal Raksasa Mutakhir 102 Meter ke Indonesia, Prabowo Langsung Kirim Tim!

Tawaran spesial itu disampaikan Putin dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Advertisement

Vid30s, Vladivostok – Presiden Rusia Vladimir Putin secara mengejutkan menawarkan kapal berteknologi mutakhir sepanjang lebih dari 102 meter kepada Indonesia. 

 

Kapal ini dirancang khusus untuk mengolah hasil perikanan langsung di atas kapal, sehingga kualitas ikan Indonesia bisa jauh lebih terjaga dan bernilai tinggi di pasar global.

 

Tawaran spesial itu disampaikan Putin dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). 

 

Informasi tersebut diungkap Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, sehari setelah pertemuan.

 

“Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita, sehingga menjadi lebih baik kualitasnya,” kata Rosan dalam keterangannya, Jumat (4/9).

Presiden Prabowo merespons positif. 

 

Ia akan segera mengirimkan tim khusus untuk mempelajari teknologi kapal tersebut dan mengkaji potensi pemanfaatannya bagi sektor perikanan Indonesia. 

 

Langkah ini dinilai bisa menjadi terobosan besar untuk meningkatkan nilai tambah hasil laut Indonesia yang selama ini sering mengalami penurunan kualitas karena proses pengolahan yang terlambat.

 

Bukan Hanya Kapal, Ada Juga Investasi Pupuk Raksasa

 

Selain tawaran kapal, Indonesia dan Rusia juga menjajaki kerja sama strategis di sektor pupuk. 

 

Rosan bersama Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menandatangani joint study untuk mengkaji potensi investasi pembangunan pabrik pupuk urea di Vladivostok.

 

“Kalau kita lihat dari Pupuk Indonesia ini performancenya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok ini dan dengan pihak Rusia,” ujar Rosan.

 

Rahmad Pribadi menekankan posisi strategis Vladivostok. “Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia,” katanya.

 

Mengapa Ini Bisa Jadi Game Changer?

 

Kapal pengolahan langsung di atas laut berpotensi mengubah wajah industri perikanan Indonesia. 

 

Dengan teknologi mutakhir Rusia, ikan bisa diproses segar di tengah laut, mengurangi kerugian pasca-panen, dan membuka peluang ekspor produk bernilai tinggi.

 

Sementara investasi pabrik urea di Vladivostok bisa memperkuat posisi Pupuk Indonesia di pasar Pasifik yang selama ini menjadi andalan.

 

Kerja sama ini dinilai sejalan dengan semangat hilirisasi yang digaungkan pemerintah. 

 

Jika realisasi berjalan lancar, Indonesia bisa mendapatkan dual benefit: modernisasi armada perikanan sekaligus ekspansi industri pupuk ke luar negeri.

 

Tim kajian yang akan dikirim Presiden Prabowo diharapkan segera bekerja. 

 

Publik menunggu perkembangan selanjutnya—apakah kapal raksasa 102 meter itu akan segera berlayar di perairan Indonesia?

 

Sumber: Keterangan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P. Roeslani serta Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi pasca pertemuan bilateral di Vladivostok.

 

(Red/dev)

 

 

↑