Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kalahkan Thailand 4-2 Lewat Drama Adu Penalti
Thailand sempat memberikan ancaman melalui Chanathip Songkrasin di menit ke-17, namun bola masih melambung di atas mistar gawang yang dikawal Emil Audero. Babak pertama berakhir tanpa gol (0-0). In
Vid30s, JAKARTA โ Timnas Indonesia resmi menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand 4-2 melalui drama adu penalti. Pertandingan final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026) malam, berakhir imbang 2-2 setelah 120 menit permainan, termasuk babak tambahan.โ
Lebih dari 70.000 penonton memenuhi tribun SUGBK dan menyaksikan laga sengit yang penuh drama. Skuad Garuda yang dilatih John Herdman berhasil mengakhiri puasa gelar regional dengan cara yang dramatis di depan pendukung sendiri.โ
Babak Pertama: Dominasi Indonesia tanpa Gol
Indonesia langsung mengambil inisiatif sejak peluit pertama. Di menit ke-3, Luke Vickery sudah mendapat peluang, namun tembakannya masih lemah dan mudah diamankan kiper Thailand Saranon Anuin. Mitchell Baker dan Calvin Verdonk juga mengancam di menit-menit awal, tetapi gawang Thailand masih bertahan.
Thailand sempat memberikan ancaman melalui Chanathip Songkrasin di menit ke-17, namun bola masih melambung di atas mistar gawang yang dikawal Emil Audero. Babak pertama berakhir tanpa gol (0-0). Indonesia lebih mendominasi penguasaan bola dan peluang, sementara Thailand bermain solid di lini belakang.
Babak Kedua: Keunggulan Jumlah Pemain dan Drama Gol
Memasuki babak kedua, Herdman melakukan pergantian. Dean James masuk menggantikan Thom Haye. Indonesia terus menekan. Momentum besar datang di menit ke-81 ketika bek Thailand Nicholas Mickelson mendapat kartu kuning kedua setelah melanggar Ole Romeny. Thailand harus bermain dengan 10 pemain.
Tiga menit kemudian, Indonesia memanfaatkan keunggulan jumlah. Dean James mengeksekusi tendangan bebas yang dibelokkan Iklas Sanron dan masuk ke gawang Thailand. Skor menjadi 1-0 untuk Indonesia di menit ke-84.
Namun keunggulan itu hanya bertahan tiga menit. Thailand langsung membalas. Iklas Sanron, yang sebelumnya tidak sengaja membantu gol Indonesia, mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-87. Skor kembali imbang 1-1.
Hingga waktu normal berakhir (plus tujuh menit injury time), skor tetap 1-1. Pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu.โ
Babak Tambahan: Balasan Thailand dan Penyelamatan Baggott
Di babak tambahan, Thailand yang bermain dengan 10 orang justru lebih agresif. Di menit ke-111, Peeradol Chamrasamee memanfaatkan kesalahan pertahanan Indonesia dan membobol gawang Audero. Skor menjadi 1-2 untuk Thailand.
Stadion sempat sunyi sejenak. Namun semangat pantang menyerah skuad Garuda muncul kembali. Di menit ke-116, Elkan Baggott menjadi pahlawan. Ia menebus kesalahannya sebelumnya dengan menyundul umpan cut-back dari Rizky Ridho setelah Anuin menepis bola. Skor kembali imbang 2-2.โ Fifa
Tidak ada gol tambahan hingga 120 menit berakhir. Penentuan juara harus dilakukan melalui adu penalti.
Drama Adu Penalti: Indonesia Lebih Tajam
Indonesia mengeksekusi penalti pertama. Kevin Diks sukses membuka skor. Thailand membalas. Dean James dan Elkan Baggott juga berhasil, sementara beberapa eksekutor Thailand gagal, termasuk satu tembakan yang mengenai tiang. Akhirnya Indonesia unggul 4-2 dalam adu penalti dan dinobatkan sebagai juara.โ
Pesta Juara di Kandang Sendiri
Setelah peluit panjang, para pemain Indonesia langsung berlarian merayakan kemenangan. Suporter yang memenuhi SUGBK meledak dalam sorak-sorai. Pelatih John Herdman dan para pemain saling berpelukan di tengah lapangan.
Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Indonesia. Di bawah kepemimpinan Herdman, Timnas berhasil menjuarai kompetisi regional bergengsi yang digelar FIFA untuk kawasan ASEAN.
Gol-gol di pertandingan:
Indonesia: Dean James (84'), Elkan Baggott (116')
Thailand: Iklas Sanron (87'), Peeradol Chamrasamee (111')
Kartu merah: Nicholas Mickelson (Thailand, 81')
Dengan kemenangan ini, Indonesia berhasil mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di depan pendukung sendiri. Skuad Garuda membuktikan bahwa kerja keras dan mental juara mampu membawa hasil di laga paling penting.