Jakarta Sukses
Terkini
Ekonomi & Enterpreneur

Kisah Haru Dua PRT Asal Filipina dan Indonesia yang Dapat Warisan Puluhan Miliar dari Majikan di Singapura

Oleh Redaksi ยท 07 September 2026, 07:53 WIB
Bagikan:
Kisah Haru Dua PRT Asal Filipina dan Indonesia yang Dapat Warisan Puluhan Miliar dari Majikan di Singapura

Christine menerima warisan fantastis senilai sekitar 6 juta dollar Singapura (setara Rp 40 miliar) pada Juli 2010. Peninggalan tersebut berasal dari majikannya, Dr. Quek Kai

Advertisement

Vid30s, SINGAPURA โ€” Kisah pengabdian tulus selama puluhan tahun berbuah manis bagi dua pekerja rumah tangga (PRT) migran di Singapura. Christine, seorang PRT asal Filipina, dan seorang PRT asal Indonesia menerima warisan bernilai fantastis hingga puluhan miliar rupiah dari majikan mereka yang telah wafat.

Christine menerima warisan fantastis senilai sekitar 6 juta dollar Singapura (setara Rp 40 miliar) pada Juli 2010. Peninggalan tersebut berasal dari majikannya, Dr. Quek Kai Miew, seorang dokter dan filantropis yang meninggal dunia pada 2009. Tak hanya uang tunai, Christine juga dianugerahi sebuah apartemen mewah di kawasan strategis Orchard Road setelah mengabdi lebih dari 20 tahun.

"Saya adalah PRT paling beruntung di Singapura, dengan atau tanpa uang tersebut," ungkap Christine kepada The Straits Times pada 2010. Meski mendadak menjadi miliarder, Christine menegaskan bahwa harta tersebut tidak mengubah gaya hidup sederhananya maupun hubungannya dengan sesama rekan PRT.

Kisah serupa dialami oleh seorang PRT asal Indonesia yang mendapatkan warisan sebesar 1 juta dollar Singapura (sekitar Rp 13,9 miliar). Majikannya, Khoo Guat Neo, seorang mantan kepala sekolah dasar yang wafat di usia 92 tahun, memutuskan untuk memberikan sepertiga dari total harta peninggalannya kepada sang PRT yang telah setia mendampinginya selama 13 tahun. Selain memberi warisan pada asisten rumah tangganya, Khoo juga mendonasikan sebagian besar hartanya ke rumah sakit dan organisasi perlindungan hewan.

Pemberian warisan bernilai fantastis kepada pekerja migran merupakan kejadian yang sangat langka di Singapura, di mana terdapat hampir 200.000 PRT yang mayoritas berasal dari Indonesia dan Filipina.

โ†‘