Jakarta Sukses
Terkini
Daerah

Terpapar Asap Saat Kebakaran, Dedie Rachim Pastikan Penanganan Kesehatan Optimal

Oleh Redaksi ยท 05 September 2026, 16:29 WIB
Bagikan:
Terpapar Asap Saat Kebakaran, Dedie Rachim Pastikan Penanganan Kesehatan Optimal

Pemerintah Kota Bogor bergerak cepat mendampingi. Layanan kesehatan siaga memastikan seluruh santri aman dan sehat.

Advertisement

Vid30s, Kota Bogor - Kesiapsiagaan Pemadam Kebakaran Kota Bogor dan gotong royong warga serta para santri menjadi benteng utama saat tanggap darurat di Pondok Pesantren Al Falak.

 

Api dengan cepat bisa dipadamkan tanpa adanya korban jiwa.

 

Pemerintah Kota Bogor bergerak cepat mendampingi. Layanan kesehatan siaga memastikan seluruh santri aman dan sehat.

 

Wali Kota Bogor Dedie Rachim turun langsung meninjau kondisi para santri di berbagai fasilitas kesehatan.

 

Didampingi Kepala Diskominfo Ana Ismawati, informasi disampaikan secara akurat melalui satu data agar orang tua tetap tenang.

 

Peristiwa ini membuat sedih semua, namun kebersamaan akan terus menguatkan karena pendidikan harus terus berlanjut.

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan penanganan maksimal terhadap 56 anak yang terdampak kebakaran di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falakiyah Pagentongan, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

 

Dari total 56 anak, sebanyak 31 anak menjalani perawatan di Rumah Sakit PMI Bogor. Sementara, dari 31 tersebut, lima di antaranya mengalami luka bakar pada bagian jari.

 

Selain di RS PMI Bogor, sejumlah anak lainnya mendapatkan perawatan di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain Rumah Sakit Hermina, RS UMMI, RSUD Kota Bogor, serta beberapa puskesmas.

 

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan sebagian besar anak mengalami keluhan sesak nafas akibat menghirup asap saat berupaya memadamkan api ketika kebakaran terjadi.

 

"Total ada 56 anak yang terdampak kebakaran. Mereka pada saat terjadi kebakaran berusaha memadamkan api. Karena yang terbakar itu kasur busa dan berbahan spons, jadi memang sebagian besar mereka terkena sesak napas," kata Dedie Rachim saat menjenguk para korban di RS PMI Bogor, Sabtu (5/9/2026).

 

Dedie Rachim mengatakan penanganan akan diberikan secara maksimal oleh pihak rumah sakit. Dirinya juga memastikan aspek pembiayaan pengobatan menjadi perhatian. Untuk korban kebakaran yang tidak ditanggung oleh BPJS, biaya penanganannya akan ditanggung oleh Pemkot Bogor.

 

"Secara keseluruhan anak-anak ini sedang dicoba dipulihkan, terutama sesak napasnya, karena terlalu lama menghirup asap. Untuk korban yang tidak ditanggung oleh BPJS, akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Bogor. Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh anak mendapatkan penanganan dan pemulihan dengan baik," tutup Dedie Rachim.

 

(Red/Dev)

 

โ†‘