Jakarta Sukses
Terkini
Lifestyle

Terekam CCTV Hot SKandal Perzinaan Artis, Begini Faktanya Atas Dugaan Itu

Oleh Redaksi · 25 September 2026, 11:12 WIB
Bagikan:
Terekam CCTV Hot SKandal Perzinaan Artis, Begini Faktanya Atas Dugaan Itu

sudah cukup untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan. Mereka berencana menanyakan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada penyidik dalam waktu deka

Advertisement

Pihak Pelapor Tawarkan Bonus Rp2 Miliar terkait Keaslian Rekaman CCTV dalam Kasus Dugaan Perzinaan

Jakarta — Sengketa seputar keaslian rekaman CCTV yang dijadikan barang bukti dalam laporan dugaan perzinaan semakin memanas. Kuasa hukum pelapor menawarkan “bonus” sebesar Rp2 miliar apabila rekaman tersebut terbukti palsu atau hasil rekayasa.

Dody Sularso, kuasa hukum Ariestya Agung Setiawan (Aris), menyampaikan penawaran tersebut di Jakarta Pusat, Sabtu (12/9/2026). Ia menegaskan pihaknya yakin rekaman itu valid dan direkam di apartemen milik kliennya.

“Kami memberitahukan, video itu asli dan valid. Jika video itu memang tidak ada, maka kami memberikan bonus sebesar Rp2 miliar,” kata Dody. Ia menambahkan bahwa langkah tersebut bukan untuk menyebarkan fitnah, melainkan sebagai bentuk keyakinan terhadap bukti yang telah diserahkan kepada penyidik.

Aris sendiri menyatakan rekaman tersebut tidak mengalami manipulasi. “Saya meyakini bahwa video itu asli dan memang itu bukan rekayasa, dan berada di apartemen saya. Di kamar saya pribadi,” tegasnya.

Pihak pelapor menilai alat bukti yang ada sudah cukup untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan. Mereka berencana menanyakan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada penyidik dalam waktu dekat.

Hingga saat ini, pihak terlapor belum memberikan tanggapan resmi yang dipublikasikan secara luas terkait tantangan tersebut. Proses hukum masih berjalan di kepolisian.

Disclaimer: Penawaran “bonus” merupakan pernyataan sepihak dari pihak pelapor. Keabsahan bukti dan status hukum masih sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Artikel ini tidak bermaksud menyatakan siapapun bersalah.
(Red/Videy)

↑