Siskaeee Soroti Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: “Giliran Bokepku Bisa”
a kemudian menyinggung pengalaman pribadinya: “Giliran bokepku pake masker kacamata topi dll bisa tuh nangkep xixixi.” Komentar itu merujuk pada penangkapan Siskaeee dalam kasus produksi film dewasa di Jakarta Selatan pada akhir 2023. Ia menyindir perbedaan kecepatan penanganan antara kasus yang melibatkan dirinya dengan k
Jakarta/Medan – Konten kreator Fransiska Candra Novitasari alias Siskaeee menyoroti lambatnya penanganan kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Melalui akun X-nya, Siskaeee membandingkan kecepatan aparat dalam kasus dirinya sendiri dengan penanganan kasus aktivis tersebut.
Siskaeee me-repost rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik penyerangan terhadap Andrie Yunus oleh dua pria yang berboncengan sepeda motor. Ia menyoroti bahwa wajah terduga pelaku terlihat cukup jelas, namun hingga lebih dari 24 jam setelah kejadian, pelaku belum tertangkap.
“Ini jelas banget. Masa gini aja lebih dari 1x24 jam enggak ketangkep,” tulis Siskaeee di akun @Vvip_siskaeee.
Ia kemudian menyinggung pengalaman pribadinya: “Giliran bokepku pake masker kacamata topi dll bisa tuh nangkep xixixi.”
Komentar itu merujuk pada penangkapan Siskaeee dalam kasus produksi film dewasa di Jakarta Selatan pada akhir 2023. Ia menyindir perbedaan kecepatan penanganan antara kasus yang melibatkan dirinya dengan kasus kekerasan terhadap aktivis.
Kronologi Kejadian
Peristiwa terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Andrie Yunus disiram cairan berbahaya oleh orang tak dikenal saat sedang mengendarai sepeda motor. Insiden berlangsung sekitar pukul 23.00 WIB, usai Andrie menyelesaikan kegiatan podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bertajuk Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.
Menurut Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, dua orang pelaku menghampiri korban dengan sepeda motor. Salah satunya menyiramkan air keras ke arah Andrie hingga korban berteriak kesakitan dan menjatuhkan motornya.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka di tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta mata kanan. Ia mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan hingga kini masih menjalani perawatan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan kejadian tersebut. Polisi menyatakan akan menindaklanjuti setiap informasi dan alat bukti untuk mengungkap pelaku serta motif di balik penyerangan. Masyarakat yang mengetahui peristiwa diminta segera memberikan informasi.
KontraS menilai serangan ini bukan sekadar tindak kriminal biasa. Organisasi itu menduga ada kaitan dengan upaya membungkam suara kritis, khususnya pembela hak asasi manusia.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan laporan VIVA Medan yang terbit 17 Maret 2026.