Jakarta Sukses
Terkini
Nasional

Prabowo Hadiri KTT BRICS 2026 Bukan Sekadar Formalitas, Qodari: Demi Kepentingan Nasional dan Manfaat Langsung untuk Rakyat

Oleh Redaksi · 15 September 2026, 09:02 WIB
Bagikan:
Prabowo Hadiri KTT BRICS 2026 Bukan Sekadar Formalitas, Qodari: Demi Kepentingan Nasional dan Manfaat Langsung untuk Rakyat

“Indonesia tentu tidak menghadiri forum tersebut tanpa tujuan yang jelas. Pemerintah memanfaatkan forum itu

Advertisement

Vid30s, JAKARTA – Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, India, bukan hanya untuk memenuhi undangan belaka. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan, langkah itu sepenuhnya dilakukan demi kepentingan nasional Indonesia.

Menurut Qodari, Presiden Prabowo memanfaatkan forum BRICS untuk memperluas kerja sama dengan negara-negara anggota. Tujuannya jelas: menciptakan dampak langsung bagi masyarakat Indonesia, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan.

“Indonesia tentu tidak menghadiri forum tersebut tanpa tujuan yang jelas. Pemerintah memanfaatkan forum itu untuk memperluas kerja sama agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan,” ujar Qodari dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Di forum yang mengangkat tema “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth” itu, Prabowo menegaskan sikap tegas Indonesia. Presiden menyatakan bahwa Indonesia tidak ingin didikte oleh kekuatan mana pun. Fondasi kemandirian, kata Qodari, harus dibangun dari dalam negeri melalui ketahanan pangan, energi, pendidikan, dan kesempatan bagi rakyat.

Prabowo juga mengajak seluruh anggota BRICS untuk saling membantu demi kemakmuran bersama. Qodari menilai posisi Indonesia tetap sejajar dengan negara lain dalam mendorong tatanan dunia yang lebih adil dan setara, namun tetap berpijak pada kepentingan nasional.

Langkah ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia: membangun kerja sama internasional berdasarkan saling percaya dan keinginan tumbuh bersama, tanpa memihak atau bergantung pada satu poros tertentu.

“Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional sekaligus upaya memperkuat kepentingan masyarakat di dalam negeri,” tambah Qodari.

BRICS saat ini beranggotakan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Jika digabungkan, populasi negara-negara tersebut mencapai hampir separuh penduduk dunia. Diversifikasi mitra ekonomi ini dinilai relevan di tengah meningkatnya kompleksitas situasi global dan menguatnya proteksionisme ekonomi.

Qodari juga menekankan bahwa agenda diplomasi ini tidak mengurangi perhatian Presiden terhadap urusan domestik. Fokus pada kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas utama.

Dengan memanfaatkan forum BRICS, Indonesia berupaya memperkuat ketahanan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Langkah ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi penciptaan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat Indonesia ke depan.

↑