Jakarta Sukses
Terkini
Ekonomi & Enterpreneur

Pertamina Targetkan Perampingan 118 Lini Usaha hingga 2026, Sektor Hulu Migas Jadi Prioritas Utama

Oleh Redaksi Β· 12 September 2026, 12:43 WIB
Bagikan:
Pertamina Targetkan Perampingan 118 Lini Usaha hingga 2026, Sektor Hulu Migas Jadi Prioritas Utama

Perampingan terbesar terjadi di sektor hulu migas. Pertamina disebut telah memangkas sekitar 139 anak usaha di sektor tersebut dan hanya menyisakan satu entitas utama.

Advertisement

Vid30s, Jakarta – PT Pertamina (Persero) berencana merampingkan sekitar 118 lini usaha sepanjang 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya transformasi dan efisiensi bisnis perusahaan, dengan fokus terbesar di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas).

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, mengungkapkan target tersebut dalam rapat bersama Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN). Menurutnya, proses perampingan sudah dimulai sejak awal tahun. Hingga saat ini, tujuh perusahaan telah dirampingkan, dan target kuartal II-2026 adalah 31 perusahaan.

β€œKita memang langsung gas. Awal tahun kita sudah langsung 7 perusahaan, tetapi akhir kuartal II kita mencapai 31. Total perusahaan yang di-streamline dari target paling besar ada 118,” kata Agung, seperti dikutip dari keterangan resmi BP BUMN, Jumat (11/9/2026).

Di kuartal III-2026, target diperbesar menjadi 48 perusahaan. Agung menegaskan proses akan dikebut pada September agar target tersebut tercapai.

Fokus di Hulu Migas

Perampingan terbesar terjadi di sektor hulu migas. Pertamina disebut telah memangkas sekitar 139 anak usaha di sektor tersebut dan hanya menyisakan satu entitas utama. Langkah ini diharapkan membuat struktur bisnis lebih ramping dan efisien.

Selain hulu, restrukturisasi juga menyentuh sektor hilir. Baru-baru ini, Pertamina resmi menggabungkan PT Pertamina Energy Terminal (PET) ke dalam subholding hilir PT Pertamina Patra Niaga (PPN). Penggabungan ini berlaku efektif 1 September 2026 dan merupakan kelanjutan dari restrukturisasi hilir tahap pertama yang dimulai Februari 2026.

Pada tahap awal, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan sejumlah special purpose vehicle (SPV) anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS) juga digabungkan ke PPN, disertai pengalihan armada kapal captive. Proses penggabungan bisnis non-captive PIS ditargetkan selesai seluruhnya pada Oktober 2026.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menekankan bahwa penggabungan ini sejalan dengan arahan BPI Danantara. Ia meminta seluruh jajaran menjaga tata kelola dan memastikan transisi berjalan mulus tanpa mengganggu operasional.

Sejalan dengan Kebijakan Pemerintah

Langkah Pertamina sejalan dengan kebijakan pemerintah yang ingin merampingkan jumlah BUMN. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan akan menutup sekitar 700 BUMN yang tidak menguntungkan atau berkinerja buruk hingga akhir 2026, setelah sebelumnya telah menutup sekitar 290 perusahaan. Target akhirnya adalah menyisakan sekitar 250 BUMN.

Perampingan yang dilakukan Pertamina diharapkan memperkuat fokus bisnis inti, meningkatkan efisiensi, serta mendukung daya saing perusahaan di tengah tantangan industri energi.

↑