Ketua Komisi II DPRD Bekasi Pantau Pengaturan Truk di Kawasan Komsen Jatiasih
Petugas Dishub terlihat mengarahkan sejumlah truk untuk putar balik. Langkah ini merupakan bagian dari pengendalian kendaraan berat di kawasan yang memiliki kepadatan lalu lintas cukup tinggi.
Vid30s, Bekasi β Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, melakukan pemantauan langsung terhadap pengaturan kendaraan bertonase berat di kawasan Komsen, Jatiasih. Kegiatan tersebut digelar bersama petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi untuk memastikan aturan pembatasan kendaraan berat berjalan efektif di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, Latu meninjau pergerakan sejumlah truk yang melintas di kawasan Komsen. Ia juga berkoordinasi dengan petugas Dishub yang mengatur lalu lintas kendaraan berat.
Latu mengapresiasi kinerja petugas di lapangan yang mengarahkan kendaraan berat yang tidak diperbolehkan melintas untuk mencari jalur alternatif. βTerima kasih kepada teman-teman Dishub yang sudah melakukan pengaturan di lapangan,β ujarnya, Kamis (17/9/2026).
Petugas Dishub terlihat mengarahkan sejumlah truk untuk putar balik. Langkah ini merupakan bagian dari pengendalian kendaraan berat di kawasan yang memiliki kepadatan lalu lintas cukup tinggi.
Pemantauan di Komsen menjadi relevan karena kawasan Jatiasih sebelumnya menjadi salah satu titik perhatian terkait pergerakan kendaraan bertonase besar. Pemerintah Kota Bekasi telah menerapkan pembatasan operasional kendaraan berdimensi besar atau bertonase lebih dari 5 ton pada waktu tertentu.
Latu Har Hary sebelumnya mendorong agar pengawasan terhadap kendaraan bertonase berat diperkuat. Menurutnya, aturan pembatasan tidak cukup hanya ditetapkan, tetapi harus diterapkan secara konsisten melalui pengawasan langsung di lapangan.
Sebagai Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu menempatkan persoalan transportasi dan kelancaran lalu lintas sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD. Pemantauan di Komsen sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara DPRD dan perangkat daerah agar kebijakan lalu lintas benar-benar diterapkan di tengah aktivitas masyarakat.
(Red/ARD)