Detik-detik Dentuman Misterius Terdengar Hingga Ratusan Kilometer, Warga Bandung Raya Mengaku Rumah Bergetar — PVMBG Ungkap Alasan Ilmiahnya BANDUNG/JAKARTA
Yang membuat fenomena ini semakin mencengangkan: suara itu tidak terdengar merata.
Vid30s, Lampung – Suara dentuman keras yang diduga berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau sempat membuat warga di sejumlah wilayah tersentak.
Yang membuat fenomena ini semakin mencengangkan: suara itu tidak terdengar merata.
Ada daerah yang jauh dari sumber justru mendengar jelas, sementara lokasi lebih dekat justru sunyi.
Di Bandung Raya, beberapa warga bahkan mengaku kaca jendela dan bagian rumah ikut bergetar.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Rita Susilawati, menjelaskan bahwa kejadian seperti ini secara ilmiah memang bisa terjadi.
Dalam konferensi pers Sabtu (5/9/2026), Rita mengatakan berdasarkan literatur dan catatan erupsi sebelumnya, suara gunung api tidak selalu terdengar lebih kuat di lokasi yang lebih dekat dengan sumber.
“Ada beberapa laporan yang disampaikan, ketika ada erupsi gunung api, suaranya itu bisa merambat jauh sampai ke wilayah-wilayah yang memang jauh dari sumber gunung apinya tersebut,” kata Rita.
Dekat Tak Terdengar, Jauh Malah Diguncang
Fenomena perambatan energi akustik dari erupsi gunung api memang unik.
Dalam sejumlah kasus, suara bisa “melompat” dan terdengar kuat di daerah jauh, sementara di jalur tertentu justru redam.
PVMBG menekankan bahwa kesamaan waktu antara erupsi Anak Krakatau dan laporan dentuman hanya menunjukkan kemungkinan korelasi, belum cukup untuk membuktikan sumber secara pasti.
“Kesamaan waktu memang bisa merupakan indikasi korelasi, tetapi ini juga belum dengan sendirinya membuktikan sumber dentuman,” tegas Rita.
Soal dugaan bahwa topografi Bandung yang berupa cekungan membuat suara atau getaran terasa lebih kuat, Rita mengaku belum bisa dipastikan.
“Untuk hal ini, jawabannya kita harus memastikan hal tersebut.
Diperlukan analisis lebih lanjut dari institusi atau pakar yang secara khusus memahami perambatan gelombang suara dan kondisi atmosfer,” ujarnya.
Masih Dugaan, Data Perlu Dicocokkan
PVMBG saat ini menduga kuat aktivitas Anak Krakatau berhubungan dengan laporan dentuman karena waktunya berdekatan.
Namun pencocokan data masih diperlukan sebelum sumber suara dapat dipastikan.
Anak Krakatau diketahui mengalami erupsi menerus selama beberapa jam dengan semburan merah menyala menyerupai lava fountain atau air mancur lava.
Erupsi dengan karakteristik seperti itu mampu menghasilkan energi akustik besar yang bisa merambat hingga jarak ratusan kilometer.
“Dugaan kuatnya memang itu berhubungan dengan Gunung Api Anak Krakatau. Walaupun kita perlu mencocokkan data terlebih dahulu,” kata Rita.
Fenomena dentuman yang tidak terdengar merata bukan sesuatu yang mustahil secara ilmiah.
Namun penyebab spesifik mengapa suara terdengar kuat di sebagian wilayah Bandung Raya dan tidak di tempat lain masih memerlukan kajian lebih lanjut.
Apa yang sebenarnya membuat suara erupsi bisa “melompat” sejauh itu? Apakah kondisi atmosfer atau bentuk cekungan Bandung berperan? Para ahli masih terus menelusuri.