Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar hingga Sukabumi, BPBD Imbau Warga Pakai Masker
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menerima laporan bahwa abu vulkanik tersebut sudah dirasakan oleh sejumlah warga setempat
Vid30s, SUKABUMI, Jawa Barat – Sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat, khususnya Kabupaten Sukabumi, mulai terdampak sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026) malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menerima laporan bahwa abu vulkanik tersebut sudah dirasakan oleh sejumlah warga setempat.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Ia juga menyarankan pengendara sepeda motor tidak hanya memakai masker, tetapi juga menggunakan kaca pelindung mata atau helm yang aman dan menutupi area mata.
“Dari informasi teman-teman P2BK di setiap kecamatan, sebagian tempat sudah mulai terdampak abu vulkanik Anak Krakatau,” kata Daeng dalam keterangan tertulisnya, Sabtu malam.
“Diharapkan masyarakat bisa menggunakan masker saat berkegiatan di luar rumah, dan pengendara sepeda motor juga bisa memakai helm yang safety dan menutupi area mata,” lanjutnya.
Daeng menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu laporan lebih lanjut dari petugas BPBD di setiap kecamatan untuk mengetahui wilayah mana saja yang terdampak. Ia juga meminta rekan-rekan P2BK untuk terus memantau dan melaporkan situasi di lapangan.
Menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta VAAC Darwin berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 pada Sabtu pukul 22.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20.000 feet teramati ke arah tenggara-selatan, mencakup sebagian wilayah Banten dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya. Sementara sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000 feet bergerak ke arah barat daya-barat laut, mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Masyarakat di wilayah yang terdampak diimbau untuk tetap waspada, membatasi aktivitas di luar rumah jika memungkinkan, serta melindungi diri dengan masker dan pelindung mata.